Media Center, Senin ( 18/05 ) Aliansi Komunitas Pendidikan Sumenep (AKSES) menggelar beragam kegiatan, dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026.
Salah satunya Lomba Pembawa Acara (MC) dengan menggunakan Bahasa Madura, sebagai langkah nyata untuk melestarikan budaya lokal, sekaligus penguatan karakter generasi muda melalui bahasa daerah.
“Bahasa Madura dalam dunia pendidikan dan kegiatan formal merupakan bagian penting, untuk menjaga eksistensi bahasa daerah di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi informasi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Moh. Iksan di sela-sela pembukaaan kegiatan, di Pendopo Agung Keraton, Senin (18/05/2026).
Pihaknya menilai bahwa kegiatan ini memiliki nilai positif, karena tidak hanya melatih kemampuan berbicara dan percaya diri peserta, tetapi upaya bersama dalam melestarikan Bahasa Madura sebagai identitas budaya masyarakat Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep.
Bahasa daerah merupakan bagian penting kekayaan budaya bangsa yang harus terjaga keberlangsungannya oleh generasi muda, karena itu, lomba pembawa acara Bahasa Madura sebagai media membangun kecintaan terhadap bahasa daerah.
“Generasi muda harus bangga menggunakan Bahasa Madura, jangan sampai bahasa daerah hanya menjadi simbol, sehingga pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya,” terangnya.
Ia menyatakan, Hardiknas dan Harkitnas sebagai kebangkitan dunia pendidikan tidak hanya fokus pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi pada penguatan karakter, budaya, dan nilai-nilai lokal.
“Kami berharap, melalui berbagai lomba yang diinisiasi Aliansi Komunitas Pendidikan Sumenep (AKSES) lahir generasi muda tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya dan bahasa daerah sebagai bagian dari jati diri,” tambah Moh. Iksan.
Aliansi Komunitas Pendidikan Sumenep (AKSES) dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 melaksanakan berbagai lomba, yakni Merangkai mainan edukasi, pembawa acara Bahasa Madura dan menulis cerita.
Sementara Ketua penyelenggara AKSES, Sucipto menyatakan, pihaknya mengadakan kegiatan ini bertujuan memberikan ruang kreativitas bagi siswa, sekaligus memperkuat penggunaan Bahasa Madura dalam kegiatan resmi dan edukatif.
“Kami berkomitmen untuk menghadirkan kegiatan positif yang mendukung pengembangan pendidikan, budaya, dan karakter generasi muda di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.
